Jumat, 23 Agustus 2013
Risalah Malam - Ratna Ayu Budhiarti
Maka malam ini kulipat dan kurapikan lagi serakan ingatan.
Sebelas malam adalah angka sakral untuk memulai pertemuan:
dalam mimpi, mengeja ulang kenangan demi kenangan,
bahkan sepiring luka yang masih teronggok di beranda, memaknai kehilangan.
Selamat malam, kamu.
Asa telah mengabur dalam pandangan mataku,
namun sais masih menghela kereta kencana
yang pernah kita tumpangi.
Aku akan menjumpaimu.
Pada senja yang basah, selalu basah.
Mengantarkan sepucuk risalah.
2013
RATNA AYU BUDHIARTI pada tahun 1981. Menulis puisi sejak kelas 6 SD. Karyanya banyak dimuat di media cetak seperti Mingguan Pelajar, Majalah Sahabat Pena, Puitika, SK. Priangan, HU. Pikiran Rakyat, Suara Karya, dan Bali Post. Selain menulis puisi, juga menulis cerpen, artikel dan skenario. Nyaris menggeluti dunia entertainment dengan memulai menjadi model video klip lagu daerah (Sunda), dan bahkan sempat menjajagi peluang menjadi atlet salah satu beladiri, tapi tidak berlanjut dan memilih profesi penulis sebagai sesuatu yang selalu membuatnya jatuh cinta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
sila berkomentar :)