Beranda Ulvia

potret | rekam | kata

Jumat, 27 Juli 2012

(Drama) Menari Untuk Indonesia

Di ruang tamu rumah sederhana. Siang hari begitu terik, terjadi perdebatan panjang ibu dan anak perempuan menyoal masa depan sang anak. Masing-masing tetap bersikukuh dengan pendapatnya. Mia, si anak bersemangat untuk menjejal pendidikan di bidang tari tradisional sementara ibu khawatir hal itu tidak menjamin hidup anaknya, terlebih karena arus globalisasi kian mewabah. Tapi rasa nasionalisme yang dimiliki Mia terus mencoba menerobos ijin ibunya. Yang ia inginkan semata-mata hanya membuat Indonesia bangga padanya.

Ibu
Kamu ini bebal sekali ya, untuk apa kamu kuliah kalau jurusan yang kamu ambil seni tari! Buang-buang duit saja!


Mia
Tapi ibu, sudah Mia bilang berkali-kali minat Mia pada seni tari tinggi! Nanti Mia buktikan kalau semuanya tidak akan sia-sia!

Ibu
Apa yang mau kamu tunjukkan? Kalau mau jadi penari jangan kuliah saja! Cita-cita kok ya jadi penari, cetek sekali!

Mia
Ibu, tapi dengan menari Mia bisa membawa nama Indonesia ke seluruh dunia. Mia bisa mengenalkan tari-tarian tradisional kita ke mana saja, dengan begitu Mia bangga karena sudah memasarkan budaya khas kita!

Ibu
Memang kamu dibayar oleh negara? (tersenyum sinis) sudah, kuliah masuk kependidikan saja, nanti kamu enak jadi guru, sekarang guru itu banyak tunjangannya!

Mia
Memang tidak dibayar oleh negara bu, tapi setidaknya ada kepuasan sendiri dalam diri Mia karena sudah melestarikan budaya kita. Kalau bukan kita yang melestarikannya siapa lagi kan bu? Toh nanti kalau aku sukses kuliah, aku bisa ditunjuk dan dipercaya untuk menampilkan tari tradisional kita di luar negeri. Sudah banyak bu yang begitu. Ya bu ijinkan Mia mengambil jurusan seni tari? Nanti ibu pasti bangga pada Mia. (merajuk)

Ibu
Ibu cuma mau yang terbaik buat kamu, Ndok. Ibu pinginnya kamu kuliah di kependidikan karena sudah terjamin hidup kamu nantinya. (mengelus kepala Mia)

Mia
Iya, Mia tahu. Tapi ijinkan Mia memilih, bu. Insya Allah seni tari pilihan yang tepat karena niat Mia ke sana semata-mata memang untuk belajar supaya bisa mengeksplor kesenian kita. Lagi pula jurusan tidak menentukan kesuksesan seseorang juga, tergantung individunya masing-masing kan bu. Kalau Mia setengah hati di jurusan yang ibu pilih, kan jatuhnya nggak baik juga.

Ibu
(menghela napas) Ya sudah sekarang terserah kamu saja. Ibu yakin kamu sudah cukup dewasa untuk memilih yang terbaik untuk kamu.

Mia
(memeluk ibu) waaaah, makasih ya bu! Nanti, ibu akan lihat bagaimana Mia membuat Indonesia bangga dengan prestasi Mia di bidang tari ini! (tersenyum manja)

Ibu
Iya, kamu pegang janji kamu ya, Ndok. Ibu juga pasti akan sangat bangga kalau sampai kamu sukses ke luar mengeksplor kesenian kita.

Mia
Iya, ibu tenang saja! Mia janji! Indonesia, lihat beberapa tahun lagi aku akan mengudara bersama namamu! (teriak Mia mantap)

Naskah drama satu babak yang amat singkat. Hanya ingin berbagi tugas kuliah daripada busuk mengendap saja di berankas xD

2 komentar:

  1. nice posting, mbak,,,

    salam kenal...dan selamat menunaikan ibadah puasa...

    BalasHapus
  2. wah, bisa jdi sutradara nih mbak...
    :)

    BalasHapus

sila berkomentar :)

Diberdayakan oleh Blogger.

Let's be friends!

>> <<