Beranda Ulvia

potret | rekam | kata

Kamis, 29 November 2012

Fiksi Anak

Untuk menulis fiksi anak, penulis harus tahu dunia tempat anak tinggal. Juga harus mengetahui apa yang menarik dalam dunia mereka sehingga bisa membuat karya yang mewakili kehidupan mereka. Tema yang bisa diangkat dalam menulis fiksi anak misalnya tentang sihir, mitos agama, sejarah, suasana dalam keluarga dan lain-lain. Penulis hendaknya memiliki imajinasi yang lebih. Hal ini mampu menjadi dorongan yang mengarah ke penelitian. 

Membuat cerita tentang anak bukan berarti cerita tersebut tidak bisa dibaca oleh orang dewasa, penulis bisa menambahkan konflik yang berkaitan dengan orang dewasa, walaupun masih dalam konteks sederhana. Penulis bisa meminta bantuan narator anak untuk membaca cerita karangannya agar bisa dinilai, tulisan sudah sesuai atau belum dengan kebutuhan anak. Kemudian lihat kembali selama dua halaman pertama dari tulisanmu. Perhatikan respon anak terhadap cerita yang kautulis, jika anak-anak tidak menikmati, perbaiki lagi tulisanmu, coba menulis dengan mengikuti sebuah suara yang datang secara alami dalam dirimu.

dari The routledge creative writing coursebook, chapter 5: children fiction


6 komentar:

  1. Mampir, ngucapin met malem dan salam kenal...

    BalasHapus
  2. fiksi anak lebih ati2 harus mengandung makna heheh, gak asal comot perasaan kta.
    semngat ULVIA

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe, iya ukt, walaupun fiksi tai harus berisi ya :)

      Hapus
  3. wah aku jadi inget cerita2 yang ada di bobo, nanti kapan2 coba buat tulisan untuk anak2 moga2 merka suka :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kapan-kapan ya bikin fiksi anak

      Hapus

sila berkomentar :)

Diberdayakan oleh Blogger.

Let's be friends!

>> <<