Cerpen "Patung" karya Seno Gumira Adjidarma pada hakikatnya memiliki cerita yang manis. Tentang kesetiaan seseorang kepada yang dicintainya. Meski akhirnya malah terlihat bodoh dan terlalu lemah sehingga bisa-bisanya tokoh diperdaya oleh cinta. Diceritakan tokoh utama laki-laki dengan setia menunggu kekasihnya selama 200 tahun. Ia berharap kekasihnya akan datang padanya sambil menenteng kepala iblis--seperti janjinya dulu. Setelah sekian lama, matanya selalu tertuju pada ujung senja, berharap akan ada siluet gadisnya yang berlari menghampiri, nyatanya yang ia dapat hanya kekosongan. Di ujung senja tak ada siluet kekasihnya, yang ada, desa kecilnya kian berkembang, jauh meninggalkan dirinya yang masih saja terpaku pada bayang-bayang dan janji semu.
Tampilkan postingan dengan label Seno Gumira Adjidarma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seno Gumira Adjidarma. Tampilkan semua postingan