Beranda Ulvia

potret | rekam | kata

Kamis, 06 Desember 2012

Selalu dan Melulu



di pekarangan mega
ia selalu menyuling airmata
dalam sembab yang sendu. masih
kudengar kabar yang sama tentangnya
orang-orang masih gemar memboyong ribuan kupu-kupu
pada rambutnya;
menghimpun kembang api dalam hatinya yang lily;
mengecup luka pada airmatanya yang papa;
kemudian memintal segumpal perasaan yang angin.
selalu dan melulu begitu
padahal sudah ia isi-ulang tabah yang sabar
agar hatinya tak menjadi memar
tapi mengulum rindu yang sembilu
tak seperti menumpulkan cinta yang malu-malu.

2012

4 komentar:

  1. nice,semakin mantep diksinya.

    BalasHapus
  2. cinta yang malu2 itu seperti apa kak ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cinta yang... ah, nanti juga bakal terjawab sendiri hehe

      Hapus

sila berkomentar :)

Diberdayakan oleh Blogger.

Let's be friends!

>> <<