Beranda Ulvia

potret | rekam | kata

Senin, 23 Mei 2016

perihal hal-hal yang pergi dan kembali

sejak kepergianku dan kedatanganmu yang tergesa
kau yang semula menjadi jejak
dan perihal hal-hal yang pergi
seketika kembali.

inilah awal mula kau menguatkan
ikatan-ikatan yang melekatkan diri
pada puisi, baris percakapan
yang tak pernah selesai, padaku.

kau menerjang batas kesunyianku
aku diterjang gelisah di jantung rindu

setiap hari, aku menghitung kata-kata
yang terbuat dari kecemasan. bukan lagi
tentang engkau, atau hal-hal yang direlakan
aku menghitung kecemasan Tuhan
melihat kita seperti sepasang remaja
yang sedang jatuh cinta.

tiba-tiba aku ingin memintamu pergi saja
sebelum Tuhan memancangkan harapan
dengan bunyi langkah kaki yang dibuat menjauh
entah salah satu di antara kau-aku, atau keduanya.

pergilah. lalu datanglah kembali--jika kau mau
sebagai doa yang kupercaya saling menjaga
atau cinta yang jatuh di tempat yang sama.

2016

Minggu, 15 Mei 2016

PUKUL 4 PAGI - AAN MANSYUR


Tidak ada yang bisa diajak berbincang.
Dari jendela kau lihat
bintang-bintang sudah lama tanggal.
Lampu-lampu kota
bagai kalimat selamat tinggal.
Kau rasakan seseorang di kejauhan
menggeliat dalam dirimu.
Kau berdoa: semoga kesedihan
memperlakukan matanya dengan baik.

Batas - Aan Mansyur

 Meski saya belum menonton AADC2, tapi puisi Aan Mansyur di buku "Tidak Ada New York Hari Ini" telanjur membuat saya jatuh cinta. Ah, Cinta! Bagaimana rasanya menanti sedemikian lama?


Semua perihal diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya — dan sebaliknya. Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan. Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.
Diberdayakan oleh Blogger.

Let's be friends!

>> <<