Perempuan. Carilah pekerjaan yang dengannya, kamu semakin dekat dengan ilmu. Penulis, misalnya. Guru juga bisa. Intinya, setiap gerakmu selalu terikat dengan ilmu.Ust. Adian Husaini via tumblr
Tampilkan postingan dengan label #Selfnote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Selfnote. Tampilkan semua postingan
Rabu, 23 Desember 2015
Senin, 07 September 2015
Pertanyaan
Ketika bertanya... kenapa? Untuk apa?
Ia bilang, untuk tahu, apa itu sabar, ikhlas, tulus, istikamah;
untuk tahu betapa indah dan pentingnya 'taat';
untuk mengerti, apa itu percaya dan mempercayakan semua;
untuk memahami, apa itu "Allah Maha Besar" dalam setiap takbir yg terucap;
untuk memaknai setiap pertanda yang Dia hadirkan melalui semesta-Nya.
Karena Dia mengatakan...
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “kami telah
beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut: 2)
Ia bilang, untuk tahu, apa itu sabar, ikhlas, tulus, istikamah;
untuk tahu betapa indah dan pentingnya 'taat';
untuk mengerti, apa itu percaya dan mempercayakan semua;
untuk memahami, apa itu "Allah Maha Besar" dalam setiap takbir yg terucap;
untuk memaknai setiap pertanda yang Dia hadirkan melalui semesta-Nya.
Karena Dia mengatakan...
Apakah manusia mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan : “kami telah
beriman” sedang mereka tidak diuji lagi? (QS. Al-Ankabut: 2)
Minggu, 16 Agustus 2015
Tentang Menunggu
Aku tidak sedang menunggu. Aku sedang meminta diselamatkan Tuhan agar bisa menunggu dengan ikhlas siapa pun yang akan datang...Bila memang kita sedang menunggu ia yang katanya terbaik untukmu, biarlah kita menunggu dengan sebaik-baiknya menunggu. Dengan mencari sebanyak-banyak ilmu tentang hakikat menunggu, memahami sebanyak-banyaknya nasihat tentang yang baik bagi yang baik. Melapangkan dada selapang-lapangnya tentang siapa pun yang didatangkan Tuhan pada kita.
Bila memang kita sedang menunggu dia yang katanya akan menyayangimu sepanjang hidupnya. Mari kita mencari-cari perhatian Tuhan, bukan mencari perhatian dari selain Tuhan. Biar Tuhan tahu bahwa kita sedang menjadi yang baik, biar Tuhan amat yakin bahwa kita sedang berjuang untuk hamba-Nya yang baik.
Bila memang kita sedang menunggu ia yang akan setia memayungi kita kala hujan dan terik datang. Biarlah kita selalu terjaga, terjaga untuk selalu berdoa pada Tuhan agar kita segera diselamatkan Tuhan dari jatuh yang terlalu pada orang yang salah, diselamatkan Tuhan dari percaya yang terlalu pada kata-kata yang tak pernah ditepati, diselamatkan Tuhan dari patah yang sampai membuat kita lupa pada Tuhan.
Bila memang kita sedang menunggu yang baik, biarlah kita menjadi baik bukan untuk siapa-siapa. Tapi untuk Tuhan, agar Tuhan tersenyum bahagia saat mendatangkan yang baik pada kita.Fatimah Kurniawan, 19.37
Rabu, 18 Maret 2015
Surat untuk 22th
Dear, perempuan yang baru saja berulangtahun. Selamat ulang tahun, 16 Maret!
Jadi sekarang usia kamu berapa? 16 tahun! (ditambah enam maksudnya). Hmm. Time flies so fast ya. Ma, Pa, anak perempuanmu sekarang beranjak dewasa ya. Rasanya seperti baru kemarin dia diajak jalan-jalan oleh papa, berdua saja. Kencan seharian. Duluuu sekali, ketika umur lima tahun, kita selalu punya waktu berdua ya, Pa. Dia selalu mengekor ke mana pun papa pergi. Dia masih jadi anak perempuan yang gemar merajuk. Sekarang kalau diajak pergi berdua... mungkin dia akan canggung.
Ma, anak perempuanmu sekarang sudah mirip ibunya belum? Dia belum semahir engkau memasak atau meracik kue. Juga belum seterampil engkau mengelola sabar. Masih kekanakan dan suka riweuh sendiri. Walaupun selalu menampakkan sikap tenang, di dalam hatinya masih berantakan. Hmm.. Tapi sepertinya dia mirip denganmu, Ma--selain wajah--dia sepertimu, tidak bisa berdandan. Hehe. Dia masih kaku ketika harus memoles gincu atau semacamnya. Walaupun berulang kali mama menyarankan untuk memakai ini-itu, tapi kebiasaan yang kautampilkan lebih ditirunya.
Jumat, 23 Januari 2015
Minggu, 11 Januari 2015
Menjadi Perempuan
"Iya, wajahnya bikin adem," kata yang lain.
"Kalau udah senyum dikit aja, beuh, bikin goyah!"
Celetukan macam itu mungkin tidak asing didengar. Walaupun seorang perempuan sudah berusaha menjaga dirinya dengan pakaian tertutup dan kerudung menjulur. Tetap saja, fitrah perempuan yang dijadikan indah mampu menciptakan fitnah bagi laki-laki. Apalagi, lelaki memang suka curi-curi pandang dan selalu memiliki kecenderungan terhadap perempuan. Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Wanita itu adalah aurat. Bila ia keluar, setan akan menghiasinya (untuk menggoda laki-laki).”[1]
Minggu, 05 Oktober 2014
Rumah
Ketika kita terlalu sibuk mendewasa, kita lupa bahwa orang tua kita juga menua (setiap hari).
Disadari atau tidak, kita terkadang terlalu sibuk dengan urusan sendiri. Semakin beranjak dewasa, pikiran kita dijejali berbagai hal kompleks--tentang hidup dan segala macam isinya. Fokus kita pada hal-hal yang sebenarnya (lebih) penting pun terabaikan. Salah satunya, perhatian kita kepada orang tua makin berkurang.
Setiap hari, kita disibukkan dengan urusan orang-orang dewasa yang gemar memperkaya diri. Juga berbagai hal njelimet yang dulu tidak pernah terpikirkan. Adalah menjadi dewasa, ketika cara berpikir kita tidak sesederhana dulu, kataku sih. Menjadi dewasa berarti tidak sependek pikiran anak-anak yang dipenuhi dengan orang tua dan dunianya. Dunia kita meluas: eksistensi, cita-cita, cinta, dan lalala lainnya.
Kamis, 14 November 2013
Ujian Hati
#kultwit teh @pewski
Salah satu ujian iman tertinggi adalah ketika diri tak menyadari.. posisi tertinggi hati, tak lagi Allah yang menghuni. Terkelabui oleh cinta yang katanya sejati, padahal hakikat kehadirannya.. hanya untuk menguji. Bersibuk memantaskan diri karena jodoh, bukan lagi karena Allah. Terbakar semangat menikah, tanpa menyadari niat berbelok tak lagi untuk ibadah. Mulai gelisah menapaki pencarian, mengabaikan penguatan ketaatan dalam kesendirian.
Ketahuilah.. episode 'sendiri' itu Allah berikan sebagai sebuah kesempatan, untuk mengeksplorasi kehidupan. Episode 'sendiri' juga kesempatan.. untuk memupuk ketaatan, sebagai bekal persiapan. Namun tentu bukan merupakan kebanggan, sehingga jadi betah sendirian. Tenang saja, kalem.. semua sudah diatur. Diatur dengan sebaik-baiknya, setepat-tepatnya.. oleh sutradara terbaik. Tak perlu gelisah, khawatir jadi salah arah.
Minggu, 14 Juli 2013
Dalam Sakit
Barangkali, dalam sakit ini, Tuhan tempa kita untuk mengingat dan mencandu wajah-Nya lagi.
waktu lonceng berbunyi
percakapan merenda
kita kembali menanti-nanti
kau berbisik,
siapa lagi akan tiba?
siapa lagi menjemputmu
berangkat berduka?
di ruangan ini
kita kait dalam gema
di ruang malam hari
merenda keadaan rahasia
kita pun setia memulai percakapan kembali
seakan abadi menanti-nanti
lonceng berbunyi
Sapardi Djoko Damono
Rabu, 30 Januari 2013
Kadang . . .
kadang kala cara kita mencintai seseorang adalah dengan meninggalkannya.
entah sampai berapa lama.
tapi membiarkannya sendirian, diterpa matahari, angin, dan hujan, tak karuan
adalah semata untuk membuatnya semakin tangguh menantang kehidupan
adalah semata untuk membuatnya semakin tangguh menantang kehidupan
kadang kala cara kita mencintai seseorang
adalah dengan merendahkannya
entah serendah apa
tapi menjadikannya seolah tak berharga
adalah semata untuk membuatnya terus-menerus merangkak maju memperbaiki diri,
membuktikan setidaknya pada hatinya sendiri
bahwa ia tidak seburuk yang siapapun sangka
bahwa ia tidak seburuk yang siapapun sangka
kadang kala cara kita untuk mencintai seseorang
adalah dengan cara yang tak perlu ia pahami
cukup membiarkan waktu membuatnya mengerti
bahwa segala yang kita lakukan
adalah semata untuk membuatnya tetap berdiri
bersandar sepenuhnya pada Yang Maha Tinggi
(dikutip dari buku “Pelangi Sepertiga Malam” via perindudoa)
Membaca ini, hati saya menjelma hujan sore ini. basah oleh rintik dan tak bisa berkutik...
Kamis, 10 Januari 2013
Jatuh
image credit dhikssy via deviantart
“Nangis aja, jangan ditahan. Kalau udah tenang, kamu boleh cerita sama aku,” kataku menenangkannya.
Kamis, 03 Januari 2013
Sabtu, 10 November 2012
Hei, Bayangan di Cermin!
/1/
Kalau kamu bosen, cari kegiatan baru. Memulai itu emang susah, tapi kamu harus berani mencoba hal yang baru! Hayu moving on!
Kalau capek, berhenti dulu gih, jangan dipaksain, rehat sejenak terus lanjutin tujuan utama kamu di sini.
Kalau merasa nggak bisa bertahan, inget perjuangan kamu dulu, segimana usaha kamu supaya bisa belajar di tanah sunda ini.
Kalau kamu merasa lemah, lihat orang-orang yang percaya bahwa kamu kuat. Mereka bisa percaya sama kamu, masa kamu nggak bisa percaya sama diri kamu sendiri?
Kalau kamu kehilangan motivasi, inget orangtua kamu. Udah berapa banyak doa, harapan, dukungan moril-materil yang mereka keluarin buat kamu? Masih aja loyo?
Kalau kamu merasa takut, inget Allah, nggak ada yang mesti ditakutin selama kamu masih punya Allah.
Kalau kamu merasa sendiri, inget Allah, lupa apa ya Dia selalu ada buat kamu. Siap dengerin keluh-kesah kamu. Makanya, sering-sering janjian di sepertiga malam!
Selasa, 26 Juni 2012
(Terlalu) Baik Deh!
Menjadi baik itu baik kan ya, tapi ketika baiknya sudah mencapai takaran (terlalu) ternyata nggak baik juga. Bukan apa-apa sih, ini dari pengalaman aku aja, kenapa? karena temen deketku bilang: kamu terlalu baik sama orang. Terus apa masalahnya? Mulanya sih nggak kerasa apa-apa ya, tapi lama-lama kok nggak wajaaaar.
Pertama, orang jadi kurang menghargai kita. Bukan apa-apa, tapi setiap orang punya batasan sendiri untuk merasa ingin dihargai kan. Ceritanya dulu, aku pernah marah karena suatu hal sama temen deket, tapi dia tetep nyengir dan nggak ngerasa bersalah apa-apa. Okaaay.
Pertama, orang jadi kurang menghargai kita. Bukan apa-apa, tapi setiap orang punya batasan sendiri untuk merasa ingin dihargai kan. Ceritanya dulu, aku pernah marah karena suatu hal sama temen deket, tapi dia tetep nyengir dan nggak ngerasa bersalah apa-apa. Okaaay.
Jumat, 27 April 2012
Apa Kata Orang?
Dan taraaa, pas kertas balik lagi, di sana sudah banyak kata-kata yang sedikit banyak bisa bikin saya introspeksi dan terus mencoba memperbaiki diri. Tau kebanyakan menuliskan apa? di kolom kelemahan, banyak yang mengatakan saya pendiem, yah keliatannya saya emang pendiem dan emang pendiem kalau saya belum nyaman sama orang, karena saya selalu memosisikan diri sbg pendengar, tapi kalau udah nyaman, saya ya jadi apa adanya saya.
Sabtu, 21 April 2012
Lagi-lagi...
image taken from random googling




