Sebelumnya, ada banyak kekhawatiran akan masa depan. Tentang hari ini dan keputusan-keputusan yang melingkupi setiap hari. Kelak, kau akan tahu, betapa aku adalah perempuan peragu—dalam hal membuat keputusan atas pilihan-pilihan. Ada banyak hal yang aku pertimbangkan sampai aku pun pusing oleh kerumitan-kerumitan yang kubuat sendiri.
Hari ini, setelah kulepaskan segala kurungan keinginan dalam diri, kakiku makin kuat berdiri. Langkahku semakin ringan. Aku seperti dibimbing Tuhan menuju masa depan yang kujalani atas pilihan yang kuputuskan. Aku mengingat bagaimana Tuhan menempaku dengan keputusan merelakan. Bagaimana aku menata diri agar tidak menyesal dengan keputusan yang telah kubuat dengan sadar. Bagaimana aku mengikhlaskan hati agar tak menamai keputusan yang kubuat adalah salah mengambil keputusan. Bagaimana aku mengolah perasaan atas hati yang kecewa karena luput membaca pertanda-Nya.







